Menu Tutup

KEHAMILAN DI USIA REMAJA

KLINIK ABORSI

KLINIK ABORSI – Pergaulan bebas sangat berimbas dengan berbagai masalah di kehidupan para remaja , salah satunya adalah mengenai seks bebas yang dilakukan para remaja dengan tanpa pengetahuan yang cukup , sehingga menimbulkan berbagai masalah serius akibat hubungan seks , seperti penyakit menular seksual dan kehamilan di usia muda.

Fenomena hamil pada remaja wanita usia muda sangat berimbas pada masa depan remaja wanita  , seperti tidak bisa melanjutkan pendidikan dikarena hamil , resiko kesehatan dan bahkan kematian akibat berbagai resiko karena melahirkan di usia muda . Remaja wanita yang melahirkan dibawah usia 18 tahun lima kali lebih beresiko meninggal dalam proses  saat persalinan dibanding wanita yang berusia 20 tahun keatas.

Klinik Aborsi Legal
KLINIK ABORSI JAKARTA

[dt_sc_titled_box type=”titled-box” title=”SOLUSI KEHAMILAN TAK DIINGINKAN DI KLINIK ABORSI LEGAL ” icon=”fa-question-circle” bgcolor=”#1e73be” variation=”skyblue”]

Klinik Aborsi Legal & Klinik Aborsi Jakarta melayani  Aborsi mengguguran Kandungan dengan surgical abortion  ditangani oleh Dokter Spesialis Kandungan melalui metode Vakum Aspirasi  menggunakan peralatan medis modern dan Alat medis yang di sterilisasi sesuai standar Depkes & Bangunan Standar Klinik Penyedia Kesehatan dengan Sanitasi dan Kebersihan yang baik menjamin Klinik Aborsi  kami Bersih & Aman bebas Infeksi

[/dt_sc_titled_box]

 

  • Kenapa Hamil pada saat usia muda bisa beresiko pada kesehatan bahkan Kematian ?

Remaja Wanita yang belum dewasa memiliki organ reproduksi yang belum matang atau belum kuat untuk melahirkan , karena itu remaja wanita atau gadis dibawah umur memiliki resiko mengalami luka serius dan meninggal pada akibat melahirkan

  1. Secara ilmu kedokteran ,organ reproduksi untuk remaja wanita dibawah umur belum siap untuk hamil atau mengandung, sehingga kemungkinan akan terjadi kehamilan dengan tekanan darah tinggi .
  2. Kanker Serviks adalah termasuk salah satu resiko bagi remaja wanita , karena semakin muda usia pertama kali seseorang berhubunganseks, maka semakin besar risiko daerah alat reproduksi terkontaminasi virus.
  3. Bayi yang dilahirkan mengalami kecacatan baik fisik atau mental dikarena sel telur pada remaja wanita usia muda belum sempurna.
  4. Persalinan premature dan berat badan lahir rendah (BBLR). Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksi terutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan, berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun. Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih kurang, sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran premature dan berat badan lahir rendah.
  5. Kurangnya perawatan kehamilan pada remaja dibawah umur, terutama jika tidak memiliki dukungan dari orang tua. Dapat juga terjadi keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. misalnya : karena terkejut, cemas, stres. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan.
  6. Beresiko mengalami Penyakit Menular Seksual (PMS) untuk remaja yang berhubungan seks selama kehamilan, penyakit menular seksual seperti klamidia dan HIV adalah perhatian utama. PMS ini dapat naik melalui serviks dan menginfeksi rahim dan pertumbuhan bayi.
  7. Mudah terjadi infeksi dan anemia pada kehamilan / kekurangan zat besi. Keadaan gizi buruk, tingkat sosial ekonomi rendah, dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas. Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda.karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. Tambahan zat besi dalam tubuh fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah, membentuk sel darah merah janin dan lamakelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis.
  8. Beresiko mengalami Depresi postpartum pada masa nifas yaitu depresi yang dimulai setelah melahirkan bayi. Remaja perempuan yang merasa down dan sedih, baik saat hamil atau setelah melahirkan. Depresi dapat mengganggu merawat bayi yang baru lahir.
  9. Remaja merasa sendirian dan terkucilkan. Khusus untuk remaja yang berpikir tidak dapat memberitahu orang tuanya bahwa sedang hamil, merasa takut dan merasa sendiri dapat menyebakan depresi. Kemungkinan remaja dibawah umur yang hamil dan merasa sendiri, terkucilkan dari teman – teman dan keluarga mengambil jalan pintas yaitu menggugurkan kandungan ataupun bunuh diri. Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya angka kematian ibu khususnya pada remaja dibawah umur yang meninggal karena hamil.

[dt_sc_titled_box type=”titled-box” title=”KLINIK ABORSI LEGAL , AMAN , RESMI DI JAKARTA” icon=”fa-question-circle” bgcolor=”#1e73be” variation=”skyblue”]

 klinik Aborsi Jakarta  Dr. Endang Wahyuni , SpOG  Klinik Aborsi Aman dengan Izin Resmi Penyedia Layanan Klinik Aborsi Menggugurkan Kandungan  dengan Proses Aborsi menggunakan metode Vakum Aspirasi , Tindakan Gugurkan Kandungan menggunakan Alat Medis Steril dan Anatesi Bius Umum  Menjamin Aborsi Aman Tanpa Efek Samping di Klinik Aborsi  Jakarta

[/dt_sc_titled_box]

KLINIK ABORSI
KLINIK ABORSI LEGAL